Komponis dari suku Betawi asli,
panggilannya Bang Ma'ing. Lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914
dan meninggal di Jakarta, 25 Mei 1958. Ia adalah tokoh musik Indonesia,
pencipta lagu dan musikus serba bisa, yang sering tampil sebagai pemain
orkes atau penyanyi. Lagu-lagunya bersifat sangat melodius, pesimistis,
melankolis tetapi tidak cengeng. Lagu-lagu pejuangannya sangat
manusiawi; merupakan catatan revolusi yang mengharukan; menggambarkan
aneka tokoh manusia Indonesia yang serempak berjuang mempertahankan
setiap jengkal tanah airnya.
Ia menempuh pendidikan di HIS Idenburg
Menteng kemudian melanjutkan ke MULO di Jl. Menjangan Jakarta. Sebagai
anak Betawi ia memperoleh pendidikan Agama di Madrasah Unwanul Wustha.
Karir musiknya diawali sebagai anggota grup musiknLief Java
pimpinan Hugo Dumas, sebuah orkes terkenal di zaman Belanda, yang pernah
sempat melawat ke Malaya. Lalu ikut dalam siaran NIROM (Nederlands
Indische Radio Omroep Maatschappy) yang berdiri tahun 1934. Memimpin
Orkes Studio Jakarta, membentuk Orkes Studio Bandung (1936-1937), Hoso
Kanri Kyoku di zaman Jepang dan kembali memimpin Orkes Studio Jakarta di
zaman kemerdekaan. Pada tahun 1931, Maing, sapaan akrab Ismail Marzuki,
memulai menciptakan lagu O Sarinah yang menggambarkan suatu kondisi kehidupan bangsa yang tertindas. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Rayuan Pulau Kelapa yang dicipta tahun 1944, Gugur Bunga (1945), Halo-Halo Bandung (1946), Selendang Sutera (1946), Sepasang Mata Bola (1946), dan Melati di Tapal Batas (1947). Lagunya dalam bahasa Belanda yang terkenal serta sukses juga diluar negeri yakni Als De Orchedeen Bloeien.
Ismail Marzuki menikah dengan Eulis
Zuraidah penyanyi keroncong asal Bandung. Berhasil menciptakan 202 judul
lagu. Lagu-lagu ciptaannya antara lain: Oh Sarinah, Olele Kotaraja, My Hulla Girl, Dari Jaman Belanda; Bunga Mawar dari Kayangan untuk film Terang Bulan; Bandar Jakarta; Panon Hideung (yang ditujukan untuk istrinya); Rayuan Pulau Kelapa,
yang mendapatkan Piagam Wijaya Kusuma tahun 1964 dan masih banyak lagi
lagu-lagu yang diciptakannya lagi sewaktu masa revolusi. Yang terkenal
diantaranya: Indonesia Tanah Pusaka, Gagah Perwira, Maju Tak Gentar, Bagimu Negri, Rayuan Pulau Kelapa, Halo-Halo Bandung, Kapral Jono, serta Sepasang Mata Bola.
Gelar pahlawan nasional dianugerahkan
kepadanya bersama lima putra terbaik bangsa lainnya, yakni Maskoen
Soemadiredja, Andi Mappanyukki, Raja Ali Haji, KH. Achmad Ri'fai, dan
Gatot Mangkoepradja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan
dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November, di Istana Negara
Rabu 10/11/2004. SebelumnyaNamanya diabadikan sebagai nama Pusat
Kesenian Jakarta TIM, yang terletak di. Jl. Cikini, Jakarta Pusat.
http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/3709/Ismail-Marzuki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar